Kamis, 04 November 2010

Sejarah Ekonomi

Masalah ekonomi sudah ada sejak manusia hidup di dunia in. Pemikiran tentang cara pemecahan masalah ekonomi juga telah di lakukan sejak manusia lahir. Istilah ekonomi ini lahir di Yunani dan berasal dari bahsa Yunani pula. Ekonomi berasal dari kata Oikos dan Nomos yang terjemahannya adalah Tata Laksana Rumah Tangga. Dengan kebesaran negara Yunani dan kebudayaan yang tinggi maka Oikonomos yang kemudian berubah menjadi Ekonomi, tidak berhenti berkembang. Aristoteles, seorang cendikiawan Yunani telah berusaha memperkembangkannya, dan hingga akhirnya istilah Ekonomi ini dipakai sampai sekarang.
Sebagai pelopor atau Bapak Ilmu Ekonomi biasanya disebut Adam Smith (1723-1790) dengan bukunya "An Inqury Into The Nature and cause of The Wealth of Nations", yang terbit pada tahun 1776.
Kira-kira 50 tahun yang lalu ada suatu perkembangan baru. Pada waktu itu seluruh dunia diguncangkan oleh kemerosotan ekonomi yang hebat, yang dikenal dengan nama "Depresi Besar" (1930-an). Pada waktu Depresi itu kehidupan ekonomi hampir diseluruh dunia macet. Produksi merosot, banyak orang terpaksa menganggur dan pabrik-pabrik tidak bekerja lagi. Dengan keadaan seperti itu maka timbulah pandangan baru, yang menjadi titik pangkal dari ilmu ekonomi modern. Bap[ak yang kedua dari ilmu ekonomi adalah john Maynard Keynes (1833-1946). Sebagai titik balik perkembangan ilmu ekonomi biasanya disebut tahun 1936, yaitu tahun terbitnya buku karangan "Keynes": "The General Theory of Employment, Interest and Money".
Samuelson menggambarkan sejarah pengembangan ilmu ekonomi dan masalah-masalah di dalamnya dalam bentuk "Pohon Keluarga Ekonomi".

Beberapa definisi ilmu ekonomi:
  1. Definisi yang terkenal adalah L. Robbins, Ilmu ekonomi : ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan tujuan yang ingin dicapai dan sumber daya langka yang mempunyai berbagai kemungkinan penggunaan.
  2. Ilmu Ekonomi : studi mengenai bagaimana umat manusia mengorganisir kegiatan konsumsi dan produksi.
  3. Ilmu Ekonomi : studi mengenei kemakmuran.
Para ahli ekonomi dewasa ini telah menyepakati definisi umum yang dapat dirumuskan sebagai berikut: "ilmu ekonomi adalah studi mengenai bagaimana caranya manusia dan masyarakat sampai keapda pemilihan, dengan atau tanpa menggunakan uang, untuk memperkerjakan sumber-sumber produksi langka yang dapat mempunyai kegunaan-kegunaan alternatif, untuk menghasilkan berbagai macam barang dan menditribusikannya untuk di konsumsi, sekarang atau dimasa datang, diantara berbagai oraqng dan golongan dalam masyarakat."

Melihat definisi di atas itu, terlihat beberapa hal yang menjadi pokok pemikiran. Hal-hal yang menjadi pokok pemikiran yaitu:
  1. Bahwa masalah utama (main or central problem) setiap tingkah laku ekonomis, atau masalah utama di dalam ilmu ekonomi adalah masalah pemilihan (problem of choice).
  2. Kenyataan bahwa sumber-sumber produktif itu merupakan barang-barang yang scarce, yang langka atau jarang.
  3. Tentang penggunaan uang.
Ilmu ekonomi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
  1. Ilmu ekonomi deskriptif (descriptive economics), dimana kita mengumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan yang tertentu.
  2. Ilmu ekonomi teori (economic theory), dimana kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang cara kerja suatu sistem ekonomi dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu.
  3. Ilmu ekonomi terapan (applied Economic), dimana kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dari analisis yang diberikan oleh ekonomi teori dengan mencari kebijakan-kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah ekonomis.
Teori ekonomi di bagi dalam dua bagian besar:
  1. Teori ekonomi mikro, menganggap bahwa semua sumber produktif sudah bekerja dipergunakan sepenuhnya (fully employed), sehingga tiada satu pun yang menganggur.
  2. Teori ekonomi makro, beranggapan bahwa sesuatu perekonomian tidak selalu berada dalam keadaan full employment tetapi mungkin sekali masih terdapat pengangguran (unemployment).
Pembagian teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro adalah pembagian pokok dalam teori ekonomi. Selain itu ada pembagian lainnya , yaitu:
  1. Ilmu ekonomi positif, yang berdasarkan fakta, lingkungan dan hubungan dalam perekonomian (berdasarkan apa adanya)
  2. Ilmu ekonomi normatif, yang menyangkut masalah penilaian.
Ilmu Ekonomi Modern : ilmu pengetahuan empirik artinya selalu berhubungan dengan data dunia nyata.

Dalam rangka melakukan penyederhanaan ini diperlukan suatu kerangka dasar yang disebut Model, yaitu tentang kenyataan yang akan dianalisis.
Paul A. Samuelson mendefinisikan model sebagai berikut, "suatu kerangka kerja formal untuk memperlihatkan ciri-ciri pokok dari suatu sistem yang rumit, dengan menunjukkan bagaimana unsur-unsur pokoknya berhububgan satu sama lain."

Model bisa berbentuk:
  1. grafik.
  2. gambar.
  3. persamaan-pertsamaan matematis.
Ilmu ekonomi sangat erat hubungannya dengan gejala-gejala yang timbul dari kegiatan ekonomi seperti, pendapatan, harga, pengangguran, inflasi, dan sebagainya.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kegiatan-kegiatan ekonomi, para ahli membuat sesuatu barang yang disebut "Aliran kegiatan ekonomi" (circular flow of economic activity). Dalam aliran kegiatan perekonomian ini digambarkan tentang aliran pendapatan, barang dan jasa, sumber-sumber daya dan pengeluaran diantara sektor-sektor yang melakukan kegiatan ekonomi.
Pihak-pihak yang terlibat dalam perekonomian :
  1. Hubungan antara Rumah Tangga Perusahaan dan Rumah Tangga Konsumsi, dalam suatu sistem perekonomian liberal (bebas.) dimana pemerintah tidak ikut campur dalam perekonomian, maka peranan dalam perekonomian hampir seluruhnya dijalankan oleh pihak swasta yang terdiri dari pihak rumah tangga konsumen (individu) dan rumah tangga produksi/perusahaan.
  2. Hubungan Ekonomi dengan Luar Negeri, hubungan antara poemerintah dengan rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi telah di bicarakan terdahulu termasuk juga tentang hubungan antara ketiganya.
  3. Hubungan antara Rumah Tangga Produksi dan Rumah Tangga konsumsi dengan Pemerintah, Dalam suatu perekonomian dimana pemerinyah ikut campur di dalamnya, pada prinsipnya aliran kegiatan perekonomian yang terjadi adalah sama dengan yang dijalankan oleh pihak swasta. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini bertindak sebagai pengatur dan penyeimbang perekonomian secara keseluruhan.
Pemecahan Tiga Masalah Ekonomi
Ketiga masalah pokok ekonomi, "apa, bagaimana dan untuk siapa " sangat erat hubungannya dengan mekanisme pasar. Mekanisme pasar yang bekerja melalui permintaan dan penawaran, walaupun jauh dari sempurna, berfungsi memecahkan ketiga masalah "apa, bagaimana, dan untuk siapa".
  • Barang apa yang akan diproduksi.
  • Bagaimana barang diproduksi ditentukan oleh persainagn antara berbagai produsen.
  • Untuk siapa barang diproduksi ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar faktor produksi.
Pasar adalah keseluruhan permintaan dan penawaran barang, jasa atau faktor produksi tertentu.
Beberapa bentuk-bentuk pasar:
  1. Pasar Persaingan Sempurna, dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, barang yang diperjualbelikan bersifat homogen, ada kebebasan untuk mendirikan dan membubarkan.
  2. Pasar Monopoli dan Monopsoni, dimana pasar monopoli hanya terdapat satu penjual saja sedangkan monopsoni hanya terdapat satu pembeli saja.
  3. Pasar Oligopoli dan Oligopsoni,dimana pasar oligopoli terdapat penjual yang saling bersaing sedangkan oligopsoni terdapat beberapa pembeli dan masing-masing pembeli cukup besar untuk mempengaruhi harga barang yang di belinya.
Macam-macam Sistem Perekonomian:
  1. Sistem Perekonomian Bebas (kapitalis),Sistem perekonomian yang diajarkan baik oleh kaum merkantilis maupun fisiokrat tidak bertahan lama. Keduanya di gantikan oleh sistem perekonomian yang menghendaki kebebasan yang benar-benar di setiap sektor ekonomi tanpa adanya campur tangan pemerintah. Pemerintah sebaiknya membatasi diri pada bidang keamanan dan ketertiban saja dan memberikan kebebasan penuh kepada konsumen da produsen untuk mengurus kepentingan ekonominya sendiri. Sistem perekonomian ini mula-mula berkembang di Inggris pada pertengahan abad ke-18. Ciri-ciri sistem perekonomian bebas:Orang bebas memiliki sendiri alat-alat produksi, Orang bebas memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri,Harga-harga dibentuk di pasar bebas yang ditentukan oleh pertemuan antara permintaan dan penawaran,Campur tangan pemerintah dibatasi pada hal-hal yang tidak dapat diusahakan oleh swasta dan menjaga tertib hukum.
  2. Sistem Perekonomian Terpimpin, Seperti halnya dengan sistem perekonomian terdahulu, maka kelemahan sistem perekonomian kapitalis/liberal menyebabbkan aliran baru yang menentang paham tersebut. Paham baru ini dikenal dengan nama sistem perekonomian terpimpin. Dalam sistem perekonomian terpimpin seluruh kegiatan ekonomi dikuasai langsung oleh pemerintah dan diatur dari pusat. Maka sistem perekonomian terpimpin adalah ekonomi perintah yang lebih bersifat totaliter dengan keputusan ekonomi yang di buat oleh pusat. Ciri-cirinya:Semua sumber ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah atas nama pemerintah, Seluruh kegiatan ekonomi harus di usahakan bersama,Harga dan penyaluran barang di tentukan dan dikendalikan oleh pemerintah.
  3. Sistem Perekonomian Campuran, Klasifikasi dua sistem perekonomian yang terdahulu merupakan klasifikasi yang ekstern. Dalam kenyataan kedua sistem itu tidak pernah muncul dalam bentuk murni. Sistem perekonomian campuran merupakan sintesis atau kombinasi antara kedua sistem tersebut yang lbih mendekati kenyataan. Sistem perekonomian ini dikenal dengan berbagai nama, antara lain: demokrasi ekonomi, sistem perekonomian campuran,welfare state. Sistem perekonomian campuran pemerintah dapat mengatur,mengawasi,menstabilkan dan memajukan ekonomi nasional secara keseluruhan, dengan mendorong serta membimbing inisiatif swasta dan prakarsa rakyat.
Sistem perekonomian di Indonesia
Setiap negara mempunyai sistem perekonomian sendiri-sendiri yang satu dengan yang lain sangat berbeda. Masing-masing sistem itu timbul karena pandangan hidup dan aspirasi warga negaranya. Sistem ekonomi yang berlaku di Indonesia adalah sistem demokrasi ekonomi. Sistem demokrasi ekonomi ini tercermin dalam pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi:
  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran banyak.
Demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan memiliki ciri-ciri positif yang perlu terus-menerus sipupuk dan dikembangkan. Ciri-ciri positifnya yaitu:
  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran banyak.
  4. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  5. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
  6. Hak milik perorangan diakui sedangkan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
Ciri-ciri negatif nya:
  1. Sistem free fight liberalism, yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan stuktural posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
  2. Sistem etatisme, negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
  3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
Dengan demikian terdapat, tiga unsur penting dalam tata perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dalam demokrasi ekonomi, yaitu: sektor negara,swasta, dan koperasi. Demokrasi ini berada dalam rangka Demokrasi Pancasila.




Referensi:
PT.GramediaPustakaUtama,Jakarta.



Menurut saya Perekonomian di Indonesia sudah cukup membaik. Perekonomian di Indonesia juga berdasarkan atas asas kekeluargaan. Walaupun di Indonesia banyak sekali para koruptor tetapi sediki demi sedikit Pemerintah mulai membenahi sistem perekonomian di Negara kita, meskipun belum sempurna setidaknya sudah ada sedikit perubahan yang cukup signifikan. Pemerintah juga harus lebih memperhatikan Perekonomian di Indonesia bukan hanya masalah-masalah politik atau lain sebagainya. Sistem Perekonomian di Negara kita ini harus lebih ditingkatkan lagi sehingga Pemerintah harus bekerja keras untuk masalah yang satu ini.

Jumat, 07 Mei 2010

Gaya Hidup Anak Kuliah Zaman Sekarang

Di zaman sekarang ini pergaulan dan gaya hidup anak-anak kuliah sangat memperhatinkan kalau kita lihat. mereka berfikir kuliah itu hanya untuk gaya-gaya saja, bukan untuk belajar mencari ilmu. padahal masih banyak anak-anak yang tidak seberuntung mereka yang menginginkan kuliah tetapi karena kondisi perekonomian keluarganya yang tidak mampu untuk membayar uang kuliah. seharusnya kita semua bisa lebih bisa bersyukur karena orang tua kita masih mampu untuk membiayai kita kuliah dan kita juga harus bisa membalasnya dengan mendapatkan nilai yang bisa membanggakan orang tua kita. bukan malah kuliah di jadikan ajang untuk bergaya dan hura-hura. hampir semua anak kuliah zaman sekarang, baik perempuan maupun laki-laki kelakuan mereka seperti bukan anak kuliah, tidak mengerti tata krama dan sopan santun terutama kepada para dosen-dosen mereka. terkadang di saat dosen sedang menjelaskan suatu materi mereka semua hampir tidak ada yang memperhatikan materi yang di berikan, merka terkadang asyik ngobrol sendiri, makan, dandan bahkan ada juga yang merokok saat dosen sedang mengajar. memang tidak semua perilaku mahasiswa atau mahasiswi seperti itu tapi hampir kebanyakan yaa kelakuannya kurang lebih begitu.
merokok dan memakai obat-obatan adalah gaya hidup anak kuliah zaman sekarang, tidak hanya di lakukan anak laki-laki tetapi anak perempuan juga seperti itu dan kebenyakan dari mereka terkadang menggunakannya di wilayah kampus sendiri. bagaimana dengan negara kita kalau saja penerus-penerus seperti kita ini berkelakuan seperti itu.. akankah negara kita di pegang oleh orang-orang seperti itu???? kalau memang iya, maka bersiaplah negara ini hancur di tangan orang-orang seperti itu.
seharusnya pemerintah lebih memperhatikan lagi pendidikan di negara kita , tidak hanya SD, SMP, SMA tetapi UNIVERSITAS juga.
memang akhir-akhir ini semakin mempehatinkan sekali gaya hidup anak-anak kuliah bahkan cukup membahayakan untuk kita semua. kelakuan mereka terkadang sudah tidak mencerminkan kalau mereka seorang mahasiswa atau mahasiswi. mahasiswa dan mahasiswi zaman sekarang terkadang datang ke kampus hanya untuk nongkrong-nongkrong saja bahkan tugas pun mereka sering banget menganggap hal yang remeh dan jarang dari semua mahasiswa atau mahasiswi selalu mengerjakan tugas-tugas yang di berikan dari dosen-dosen. dan terkadang dosen ada yang cuek dan tidak peduli tetapi ada juga peduli dan memperhatikan mahasiswanya.
seharusnya sekarang ini kita semua sebagai mahasiswa harus menyadari bahwa negara kita sangat sekali membuhkan generasi-generasi muda seperti kita ini, untuk melanjutkan negara ini menuju lebih baik lagi dan mulailah kita belajar untuk membenahi diri kita sendiri sebelum kita membenahi negara kita sendiri.

Kamis, 06 Mei 2010

Komunikasi Bisnis

Komunikasi Bisnis : komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencangkup berbagai macam bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal maupun non verbal.
Dua bentuk komunikasi yang lazim digunakan dalam dunia bisnis:

1. komunikasi verbal, bentuk komoditi yang lazim digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain melalui tulisan ataupun lisan.
bentuknya ada 2 yaitu:
a. membaca dan menulis
b. mendengar dan membaca

2. komunikasi non verbal, bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis.
tujuannya yaitu:
a. menyediakan/ memberikan informasi
b. mengatur alur percakapan
c. mengekspresikan emosi
d. mengendalikan atau mempengaruhi orang lain

faktor-faktor yang menghambat komunikasi:
1. faktor media
2. faktor psikologi
3. faktor pendidikan
4. faktor budaya
5. faktor mendengarkan

faktor penghambat komunikasi antara pengirim dan penerima pesan:
1. masalah dalam mengembangkan pesan
2. masalah dalam menyampaikan pesan
3. masalah dalam menerima pesan
4. masalah dalam menafsirkan pesan

tahapan proses komunikasi:
1. pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan
2. pengirim mengubah ide menjadi suatu pesa
3. pengirim menyampaikan pesan
4. penerima menerima pesan
5. penerima menefsirkan pesan
6. penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim

komponen-komponen komunikasi:
1. sumber/penerima
2. penguraian sandi
3. umpan balik
3. saluran
4. konteks
5. gangguan

arus informasi dalam komunikasi bisnis:
1. komunikasi ke bawah, sering berbentuk pemberian instuksi atau penjelasan bagaimana seorang atasan menginginkan suatu tugas di selesaikan.
2. komunikasi ke atas, terjadi jika pesan mengalir dari bawahan ke manajer.
3. komunikasi horisontal, terjadi antara orang-orang pada tingkat yang sama atau orang-orang pada tingkat yang behubungan pada divisi yang berbeda dalam suatu organisasi.

karakteristik iklim komunikasi yang mendukung dan karakteristik yang bertahan
1. iklim bertahan:
a. evaluasi
b. kontrol
c. strategi
d. kenetralan
e. keunggulan
f. kepastian

2. iklim bertahan:
a. deskripsi
b. orientasi masalah
c. spontanitas
d. empati
e. kesamaan
f. provisionalisme

kendala dalam komunikasi bisnis:
1. stuktur komunikasi yang buruk
2. penyampaian yang lemah
3. penggunaan media yang salah
4. pesan yang campur aduk
5. lingkungan yang mengganggu

Dasar-Dasar Komunikasi Bisnis

1.Mampu menjelaskan pengertian komunikasi.
2.Mampu menjelaskan proses komunikasi.
3.Mampu membedakan komunikasi nonverbal dan verbal.
4.Memahami pentingnya komunikasi yang efektif.
5.Mampu mengidentifikasi hambatan komunikasi.

6.Mampu menjelaskan cara memperbaiki komunikasi


Mengumpulkan Informasi Melalui Wawancara
wawancara : komunikasi yang terpusat padasuatu tugas di antara dua pihak.
menurut Stewart dan Cash (1988), terdapat dua pendekatan dalam wawancara yaitu:
1. direktif (perintah)
2. nondirektif (non perintah)

jenis-jenis wawancara:
1. pengumpulan informasi
2. pekerjaan
3. penilaian
4. pemecahan masalah
5. penyuluhan
6. kedisiplinan
7. keluhan
8. pemutusan kerja
9. keyakinan

fungsi wawancara:
1. mengumpulkan informasi
2. membantu memecahkan masalah pribadi
3. menyeleksi dan menempatkan personel secara tepat
4. memberikan umpan balik kepada para pegawai


referensi:
1. www. pengertian komunikasi.co.id
2.komunikasi bisnis dan profesional, DAN B. CURTIS-JAMES J. FLOYD-JERRY L. WINSOR

Selasa, 15 Desember 2009

Uni Eropa Sambut Positif Peran Indonesia

Rabu, 16 Desember 2009

“Peran Indonesia penting. Personal leadership Presiden RI yang dibuktikan sejak Bali road map menuju penyiapan KTT Perubahan Iklim adalah jembatan penting yang dimainkannya dalam rangka mencapai upaya final hasil kesepakatan negara maju dan negara berkembang. Peran itu menjadi sumbangan yang berharga”, demikian sebagian pernyataan Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barosso dalam jumpa pers pasca pertemuan bilateral RI-UE di Gedung Berlaymont-Brussel (14/12/09).

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyambut pernyataan tersebut dengan menandaskan bahwa negara-negara maju harus berbuat lebih banyak dan lebih nyata untuk membantu negara berkembang dalam menyelamatkan bumi kita, serta diwujudkan dalam semangat kemitraan. Demikian pernyataan Presiden RI menyambut pernyataan Barosso.

Presiden RI pada pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa serta sejumlah pejabat tinggi Uni Eropa di Brussel, Senin (14/12) didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Hatta, Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa Nadjib Riphat Kesoema dan Direktur Jenderal Amerika-Eropa, Deplu Retno LP Marsudi. Presiden RI bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Brussel, Paris, Berlin dan selanjutnya menjadi ketua Delegasi RI dalam KTTerubahan Iklim di Kopenhagen 17-19 Desember 2009 ini.

Dua agenda pokok yang dibicarakan dalam pertemuan Kepala Negara tersebut adalah meningkatkan kemitraan RI-Uni Eropa pasca ditandatanganinya payung kerjasama Framework on Partnership and Cooperation Agreement 9 November 2009 di Jakarta. Kerjasama baru RI-UE di bidang politik, HAM, perdagangan, pariwisata, pendidikan serta hal praktis lainnya.
Departemen Luar Negeri RI telah menyiapkan rangkaian konkret paket kerjasama untuk masa mendatang tersebut. Kerjasama RI-UE ini adalah kerjasama yang pertama yang dilakukan Uni Eropa dengan salah satu negara ASEAN.
Agenda pembicaraan kedua menyangkut langkah-langkah konkrit untuk menyiapkan hasil-hasil KTT Perubahan Iklim di Copenhagen, 17-19 Desember ini berlangsung sukses. Kemajuan baru pasca Kyoto Protokol yang diharapkan menjadi kesepakatan baru yang dapat mengikat bagi negara maju maupun negara berkembang dalam semangat kemitraan.

Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menyatakan bahwa komitmen diplomasi Indonesia dalam rangka perubahan iklim ini mendapat pengakuan serta sambutan positif baik dari negara maju maupun negara berkembang, dimana Indonesia berperan menyukseskan hasil-hasil KTT tersebut. Sementara itu, Duta Besar RI untuk Brussel, Nadjib Riphat Kesoema menyatakan bahwa pertemuan Presiden RI dengan Presiden Komisi Eropa telah memberikan pijakan baru bagi hubungan RI-Uni Eropa di masa mendatang, tidak saja komitmen bilateral namun juga komitmen global dalam rangka menyelamatkan bumi kita dalam semangat kemitraan kerjasama negara maju dan negara berkembang.

Pertemuan Presiden RI dan Presiden Komisi Eropa berlangsung dalam suasana hangat dan tepat pada saat momentum Uni Eropa memiliki rumah baru, melaksanakan Traktat Lisbon per 1 Desember 2009 dengan struktur baru hadirnya Presiden Tetap Dewan Eropa (President of European Council) Herman van Rompuy dan Catherine Asthon sebagai Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri serta Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barosso yang baru terpilih untuk kedua kalinya (2009-2014). Presiden Dewan Eropa akan dibantu oleh sekitar 26 komisioner anggota Kabinet setingkat Menteri. (Sumber: KBRI Brussel).

Indonesia dan Vietnam Bekerja Sama Wujudkan Visi ASEAN

Indonesia dan Vietnam memiliki pandangan yang sama dalam berbagai hal, terutama yang berkaitan dengan kepentingan kedua negara di kawasan. Indonesia dan Vietnam berpendapat bahwa guliran arsitektur regional akan berlanjut, ASEAN akan tetap menjadi focal point bagi kawasan Asia Pasifik.
Sesuai harapan Vietnam, Indonesia telah menegaskan kembali dukungannya terhadap Keketuaan Vietnam untuk ASEAN pada 2010. Indonesia akan bekerja sama dengan Vietnam untuk mewujudkan visi dan mekanisme yang telah ada di ASEAN menjadi suatu kegiatan yang bermanfaat dan nyata.
Demikian mengemuka pada acara Roundtable Discussion/Policy Planning Consultation RI-Vietnam ke-3 di Hanoi (14/12). Delri pada pertemuan itu dipimpin oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Departemen Luar Negeri RI, Artauli R.M.P Tobing dengan beranggotakan Kepala Pusat P2K2 Aspasaf BPPK Deplu, Pejabat Fungsi Politik dan Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Ha Noi, Staf P2K2 Aspasaf, Dit. Astimpas dan BAM. Sedangkan Delegasi Vietnam dipimpin oleh Director General of Policy Planning Department, Ministry of Foreign Affairs, Viet Nam, Pham Huu Chi, beranggotakan Pejabat Policy Planning Department, ASEAN Department, Southeast Asia, South Asia and South Pacific Department, Kemlu Vietnam. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang diadakan di Jakarta (21/4).
Kedua delegasi pada pertemuan tersebut telah membahas, antara lain, mengenai kebijakan luar negeri dan prioritas-prioritas kebijakan luar negeri RI dan Vietnam, isu-isu global dan regional, seperti ASEAN, EAS, usulan Australia dan Jepang: APc dan EAC, Laut Cina Selatan (LCS), Mekong Subregion Cooperative Framework, peran major and emerging powers seperti AS, China, Jepang, Rusia, India dan Australia di kawasan. Pertemuan juga membahas persiapan Viet Nam sebagai Ketua ASEAN tahun 2010.
Di sela-sela pertemuan di atas, Kepala BPPK juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Deputi Menlu Vietnam, Dao Viet Trung dan melakukan kunjungan serta diskusi dengan Deputi Dirjen Institute for Strategic Studies and Foreign Policy Studies, Diplomatic Academy Vietnam, Nguyen Vu Tung dan beberapa pakar lainnya mengenai masalah guliran arsitektur regional.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang diadakan di Jakarta, 21 April 2008. (Sumber: KBRI Hanoi)



Indonesia Perkuat Komitmen Perlindungan Tenaga Kerja Migran dalam Colombo Process

Rabu, 16 Desember 2009

Negara-negara pengirim tenaga kerja migran di Asia yang tergabung dalam Colombo Process (Regional Consultative Process on Overseas Employment and Contractual Labour for Countries of Origin in Asia) menegaskan komitmen mereka untuk menghidupkan kembali kerjasama tersebut khususnya dalam rangka perlindungan hak para pekerja migran.
Hal tersebut dikemukakan pada pertemuan Colombo Process diselenggarakan di PTRI Jenewa untuk mempersiapkan Pertemuan Tingkat Menteri Colombo Process pada tahun 2010 mendatang
Pada pertemuan ini, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan organisasi internasional lainnya, Duta Besar Dian Triansyah Djani menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam kerangka Colombo Process, mengenai pentingnya menempatkan upaya pemajuan dan perlindungan hak para pekerja migran sebagai prioritas kerjasama. Indonesia menyambut baik dipilihnya Bangladesh untuk menjadi ketua berikutnya.
Selain peningkatan kerjasama perlindungan hak para pekerja migran, negara anggota juga telah mengusung sejumlah isu yang menjadi perhatian utama Colombo Process yang diharapkan dapat menjadi agenda kerjasama, antara lain dampak krisis keuangan global terhadap pekerja migran; migration and development; remmitance cost reduction; migrant wages and living condition; dan pembentukan Common Resources Centre.
Guna menggulirkan kerjasama tersebut, Indonesia selaku current chair Colombo Process telah melakukan serah terima jabatan kepada Bangladesh pada 14 Desember 2009, yang dilakukan oleh Duta Besar Dian Triansyah Djani kepada Wakil Tetap Bangladesh untuk PBB, Duta Besar Md. Abdul Hannan. Posisi Indonesia sebagai Ketua Colombo Process telah dijabat sejak tahun 2005. Setelah serah terima tersebut, Bangladesh akan menjadi Ketua sekaligus tuan rumah Pertemuan Colombo Process berikutnya yang direncanakan di Dhaka pada akhir Maret atau awal April 2010.
Pertemuan Colombo Process yang diselenggarakan di PTRI Jenewa tersebut dihadiri oleh para Wakil Tetap/Duta Besar dan pejabat senior Perutusan Tetap seluruh Negara Anggota (Indonesia, Afghanistan, Bangladesh, India, Nepal, Pakistan, Filipina, Srilanka, Thailand, dan Vietnam) kecuali Perutap China yang berhalangan hadir. Untuk mempersiapkan Pertemuan Tingkat Menteri Colombo Process pada tahun 2010 mendatang, Perutap Bangladesh di Jenewa akan menyelenggarakan pertemuan expert level pada bulan Januari 2010. Turut hadir pada Pertemuan tersebut, Direktur Jenderal International Organization for Migration (IOM), Duta Besar William Lacy Swing, dan sejumlah pejabat IOM. (Sumber: PTRI Jenewa)